Tema:
KERAJAAN
Judul:
PUTRI TANDAMPALIK
Tokoh-tokoh
Ø Putri tandampali
Ø pangeran
Ø Raja bone dan Raja luwu
Ø Isteri raja bone dan Isteri raja luwu
Ø Orang kepercayaan kerajaan bone
Ø Pengawal bone dan luwu
Ø Tabit kerajaan
Ø Pelayan lerajaan
Dahulu terdapat sebuah negeri yang
bernama negeri LUWU, yang terletak di pulau Sulawesi. Rajanya bernama LA
BUSATAHA DATU MAONGGE, sering dipanggil Raja Luwu atau Datu Luwu karena ia
adil, arif, dan bijaksana, maka rakyatnya hidup makmur. Dan iya memiliki putri
yang sangat cantik bernama PUTRI TANDAMPALI. Kecantika dan perilakunya telah
diketahui orang banyak. Termaksuk di antarnya raja bone yang tinggalnya sangat
jauh dari kerajaan Luwu.
BABAK 1
Raja bone:” pengawal……….. kemarilah”
Pengawal bone: “iya, ya mulia (sambil jongkok dan menundukan kepala)
ada apa memanggil hamba ya mulia”
Raja bone: “ saya dengar dari
panglima ANRE PGURU PAKANRANYENG, ada sesosok wanita yang sangat cantik ia
adalah putri dari kerajaan luwu. Apakah itu benar?”
Pengawal bone:” iya, ya mulia itu
benar”
Raja bone:” kalau begitu kamu
panggilkan sese orang yang kami percayakan untuk menjadi utusan saya”
Pengawal bone:” iya, ya mulia saya
akan pergi untuk memanggil orang kepercayaan kerajaan”
(pengawal bone keluar
dan tidak lama kemudian dia datang dengan orang kepercayaan kerajaan)
Pengawal bone: “ampun ya mulia ini
lah orang ke rajaan yang kami percayakan untuk menjadi utusan ya mulia” (sambil jongkok dan menundukan kepala)
Raja bone: “saya perintahkan kamu
untuk pergi di kerajaan luwu untuk melakukan pinangan terhadap putri tandampalik” (sambil menunjuk orang kepercayaan
kerajaaan)
Utusan raja:” baiklah
ya mulia, hamba akan pergi ke kerajaan luwu dengan beberapa pengawal untuk
meminang putri tadanpali”
BABAK 2
Pengawal dari bone dengan orang
utusan raja pergi ke kerajaan luwe untuk menyampaikan pesan dari raja bone.
Serta iya bertemu dua pengawal luwe yang menjaga pintu gerbang kerajaan luwe.
Pengawal luwu:” siapa kalian mau apa
kalian kesini atau kalian ini penyusup?”(sambil
menunjuk pengawal dari bone)
Pengawal bone:” kami bukan penyusup.
kami hanya ingin berjumpa dengan tuwan anda untuk menyampaikan amana dari
kerajaan bone."
Pegawal luwu:” kalau begitu kalian
tunggu dulu di sini!”
(pengawal yang satu pergi member taukan raja luwu dan
yang satu tetap menjaga pintu gerbang kerajaan luwu)
Pengawal luwu: “ampun ya mulia, ada
yang ingin ber temu dengan anda” ( sambil
jongkok dan menundukan kepala)
Raja luwu:” siapa dia dan apa tujuan iya kesini?”
Pengawal luwu: “dia adalah pengawal
dan orang utusan dari kerajaan bone ia bermaksud untuk menyampaikan pesan dari
raja bone”
Raja luwu:” kalau begitu surulah ia
untuk masuk ke kerajaan dan temui saya”
Pengawal luwu:” baik ya mulia”
(pengawal luwu pergi menemui
kembali pengawal bone dan mengantarnya masuk ke istana)
Pengawal luwu:” raja kami mengijinkan
kalian untuk masuk ke istana dan menyampaikan pesan dari raja bone. Silahkan
masuk saya antar samapai di depan raja kami.”
Pengawal bone:” baiklah!”
(sampai di depan raja luwu dan orang
orang dari kerajan bone berdiri di belakang pengawal luwu)
Pengawal luwu:” ampun ya mulia ini
lah orang-orang utusan dari kerajaan bone”
(kemudian pengawal luwu berdiri di dekat orang-orang utusan kerajaan
bone)
Utusan raja bone:” ampun ya mulia” (sambil jongkok dan menundukan kepala)
raja luwu:” iya ada apa”(sambil memegang pundak utusan raja bone
untuk menyuru iya berdiri)
utusan raja bone:” begini ya mulia
saya ingin menyampaikan amana dari raja kami untuk meminang putrid anda”
raja luwu:” berilah aku waktu untuk
mempertimbangkan sebuah keputasan seperti ini”
utusan raja luwu:” baik ya mulia
kalau begitu kami mohon maaf untuk pamit dulu ya mulia”
raja luwu:” baik lah. Pengawal tolong
kamu antar mereka sampai di pintu gerbang kerajaan”
pengawal luwu: “baiklah ya mulia”
BABAK 3
Malam
hari dan Raja luwu mulai gelisa
Isteri raja luwu:” kenapa daeng
tampak gelisa”
Raja luwu: “tadi utusan dari raja
bone datang untuk meminang putri kita”
Isteri raja luwu:” daeng, terima
pinangan dari kerajaan bone”
Raja luwu:” saya belum menjawap
apa-apa, Itulah saya mulai gelisa. Dinda kantau bahwa seorang putri dari luwu
tidak di benarkan menika dengan lelaki di luar sukunya”
Isteri raja luwu: “tapi dinda kawarti
apa bila daeng tidak terima pinangnya kerajaan dari kerajaan bone akan terjadi
perang antara kerajaan bone dengan kerajaan luwu dan rakyat kita yang akan jadi
korban”
(tibaba putrid tadanpali datang menemui raja dan permain suri)
Putri tandampali: “ampun ayahanda dan
ibunda,kenapa ayahanda dan ibunda tanpak gelisa?”
Isteri raja luwu: “tidak nak ayahanda
hanya tidak enak badan jadi bunda gelisa”
Putrid tandampali: “apakah itu benar
ayahanda. Ayahanda lagi tidak enak badan?”
Raja luwu:”iya anakku benar yang
ibunda mu katakana ayahanda lagi tidak enak badan”
Putri tandampali:” kalau begitu saya
akan panggilkan tabib kerajaan istana untuk mengobati ayahanda agar ibunda
tidak kawatir”
Isteri raja luwu: “tidak usa nak
ibunda telah menyuru pengawal untuk memanggil tabib istana”
Putri tandampali:” kalau begitu
ayahanda dan ibunda Saya akan pergi
istirahat dulu, saya sangat lelah ayahanda dan ibunda”
Isteri raja luwu: “iya anakku”
(putri tandampalik pergi kekamar tidurnya kemudian
raja dan permain suri tampak berpikir kembali)
BABAK 4
Ke esokan
harinya kemudian raja dan permain suri bone datang keke rajaan luwu tampa di
iringi pengawal kerajaan bone dan ia tanpak sangat sopan
Pelayan istana luwu: “silahkan masuk ya mulia”
“Dan silahkan duduk. Tunggu sebentar saya akan memangil ya
mulia”
Isteri raja bone:” iya, silahkan”
(sesampai raja dan permain suri luwu langsung berjabak
tangan dengan raja dan permain suri bone)
Raja luwu: "sudah lama raja dan permain suri datang”
Raja bone: “tidak baru saja”
Isteri raja luwu:” kalau begitu saya permisi untuk mengambil
minuman dulu”
Isteri raja bone:” saya bantu”
Isteri raja luwu:” tidak usa kan tamu
harus mendapat kan pelayan terbaik sebagai penghargai yang kami berikan”
Isteri raja bone:” baiklah”
Raja bone: “saya beserta permain suri
sangat bangga dengan anda dapat mengurus kerajan ini yang sangat besar ini menjadi
kerajaan yang makmur”
Raja luwu:” ini tidak seberapa di
banding kerajaan anda”
(permain suri kerajaan luwu beserta pelayan istana datang membawa makanan
dan minuman)
Isteri raja luwu:” silah kan di makan
dan di minum sajian sederhana kami”
Isteri raja bone:” ini sangat mewah
bagi kami”
Raja bone: “saya di sini tidak
bermaksud untuk membicarakan soal lamaran kemarin saya di sini beserta permain
suri hanya ingin menjalin silaturahmi”
(permain suri dan raja hanya senyum manis)
Raja bone:”baik lah kami pamit dulu tidak
enak kalau istana di kerajaan bone di tinggal lama-lama”
Raja luwu:” kalau begitu saya antar
sampai di luar”
BABAK 5
Suatu hari terjadi ke gaduhan di
negeri luwu. Pitri tandampali jatu sakit. sakit sang putri sangat aneh tidak
ada satu pun yang dapat mengobatinya
Tabib kerajaan:” ampun ya mulia,
hamba tidak dapat menyembuhkan tuan putri”
Raja luwu:” apakah semua cara telah
di coba?”
Tabib kerajaan: “ampun baginda, hamba
telah mencoba berbagai macam cara, tetapi hamba tidak dapat jugamenyembukan tuan
putri”
Isteri raja luwu:” kalau begini kita
harus bagaimana daeng” (memeluk raja
sambil menagis)
Raja luwu:” pasti kita akan menemukan
jalan keluarnya dinda”
BABAK
6
di istana
tabib istana:” ampun ya
mulia tuan putri sekarang penyakitnya sangat para karena ia menderita penyakit
menular”
penesahat istan: “ampun ya
mulia apa bila tuan putri tidak di asingkan sewua rakyat luwu akan tertular”
raja luwu:” baiklah kalau begi tu
saya akan mengasingkan putri tandampali”
isteri raja luwu:” apakah tidak ada
cara lain?”
Raja luwu:” tidak ada permainsuri
dari pada rakyat kita menderita?”
Raja luwu:” ayah dan ibuda bukan
maksud untuk mengusir mu tapi ini demi rakyat luwu”
Putri tandampali:” iya
ayahanda dan ibunda akurela meninggalkan istana dan pergi jau untuk mengasinkan
diri demi rakyat luwu agar tidak menderita”
Raja luwu:” pengawal….”
Pengawal kerajaan:”
ampunya mulia ya mulia bermaksud memangil saya dengan tujuan apa ya mulia”
Raja luwu:" tolong
kamu siapkan sebuah perahu dan pengawal kerajaan dan pesuru kerajaan serta
penasehat kerajaan untuk menemani putri berlayar
Pengawal kerajaan: “baik
ya mulia”
BABAK 7
Sampai
lah di pingir laut rombongan dari kerajaan mengantar sanputri sampai di pingir
laut
Raja luwu: “ini lah sebuah keris
sebagai tanda bahwa ibunda dan ayahanda tidak perna melupakan mu”
Isteri raja luwu:” kamu jaga diri
baik-baik anak ku”
Putri tandampali:” iya ibunda, kalau
begitu aku berangkat dulu”
BABAK 8
hari
demi hari keadaan putri tadan pali makin kurus. Pada suatu hari, mereka tiba di
sebuah daerah yang landai.
Putri tandampali: “penasehat,
nampaknya aku melihat daratan, dapatka kita beristirat disana sebentar?”(sambil menunjuk suatu pulau)
Penasehat:” baik tuan putri. Pengawal
cepat kalian labukan rakit ini ke sana, kita akan beristirahat sebentar di
sana”(sambil menunjuk pulau yang di
tunjukan tuan putri)
Pengawal kerajaan luwu:” baiklah”
BABAK 9
Kemudian rakit segera dilabukan di
pulau yang di tunjukan tuan putri dan mereka beristirahat di tempat itu.
Pengawal kerajaan dan penyuru kerajaan berjalan-jalan untuk mencari makanan dan
ia menemukan buah waajao dan ia mulai membuat tenda sampai sebuah gubuk dan ia
pun bercocok tanam.
Pengawal kerajaan:” ampun putri saya
menemukan buah wajao yang sangat banya
di sana pada (sambil menunjuk suatu
tempat) saat saya tadi beserta penyuru kerajaan pergi mencari makanan”
Putri tandampali: “kalau begitu pulau
ini saya namakan pulau wajo”
Penasahat kerajaan:” nampaknya pulau
ini sangat bagus, bagai mana putri kalau kita tinggal di pulau ini. karena
pulau ini terdapat sebuah kehidupan dan sepertinya tanahnya subur untuk kita
bercocok tanam di sini”
Putri tandampali:” kalau menurut
penasehat pulau ini bagus baiklah kita akan tinggal di sini”
Penasehat kerajaan:” pengawal dan
penyu kerajaan kamu buatlah tenda untuk kita bermalam di pulau ini dan esok
hari kalian buatlah sebuah gubuk untuk tempat tinggal kita hari kedepanya
sampai putiri tadan pali sembuh”
BABAK 10
Pada suatu hari di saat putri tadanpali
duduk sendiri ditepi danau.
Putri tandampali: “mengapa penyakit
ini belum sembuh juga,apakah ini kutukan dari dewa”(sambil membayangkan dengan waja termenung)
Tiba –tiba
datang seekor kerbau bule. Putri tadanpali menyangka kerbau itu akan memakan
tanaman sayur yang tak jau dari tempatnya. Tetapi kerbau itu malah mendekati
putri tandampalik dan binatang tersebut menjilati permukaan kulitnya yang
membusuk. Setelah kerbau tersebut selesai menjilati kulit putri tadanpali.
Putri tandampali:” apa yang terjadi dengan
kulitku? Mengapa kilitku tampak mongering? Apa sebenarnya yang dilakukan kerbau
itu”
Setiap hari
kerbau itu datang untuk menjilati kulit putri tadanpali sampai ia sembuh.
(semua pengikut putri tandampali berkumpul)
Putri tandampali: “sebagai ungkapan
rasa terimakasi kepada kerbau bule dan kepada dewa. Wahai pengikut ku aku minta
janganlah kalian menyembeli atau memakan kerbau bule.”
BABAK 11
Putri tandampali
bermimpi
(pemuda di mimpi outri
tadan pali adalah pangerakerajaan bome)
Pemuda di mimpi:” siapakah namamu dan
mengapa putri secantik dirimu bisa berada di tempat ini?”
Putri tandnmpali: “saya berasal dari
kerajaan luwu saya disini di asingkan terlebih dahulu karena saya perna
menderita penyakit menular tetapi saya di sembuhkan oleh sebuah kerbau bule”
Pemuda di mimpi: “maukah engkoh
menjadi isteriku?”
Sebulum ia
menjawab putri tandampali bangun dari tidurnya
BABAK 12
Di kerajaan
bone
Pengeran:” pengawal hari ini adalah
pesta pemburuan jadi saya akan memipin pemburuan hari ini”
Pengawal:” baiklah pengeran”(sambil berteriat tegas)
Pangeran: “marikita pergi ke hutan”
BABAK 13
Sesampai di
hutan para pengawal mulai memburu dan pangeran tersesak
Pangeran:” bagaimana ini aku makin
tersesak dan hari sudah mulai gelap mana
suara binatan buas mulai bunyi. Tetapi di sana ada cahaya mungkin di sana ada
perkampungan”
BABAK14
Di
sampai di perkampungan
Pangeran: “sepertinya rumah ini tidak
terperhuni”
(putri tadampali langsun datang dari pintu belakang)
Pangeran:” canti sekali kamu. Apakah
aku lagi bermimpi”
Putri tandampali:” apakah aku sedang
bermimpi”
Pangeran:” engko tidak bermimipi
putri”
Putri tandampali:” apabila aku tidak
bermimpi, siapa kamu? Mengapa kamu kesini?”
Pangeran: “wahai putri aku tersesak
di hutan seberan sana di saya sedang berburu dan saya melihat perkampungan jadi
saya kesini. Apakah saya bisa tinggal di sini?”
Putri tandampali:” baiklah kamu bisa
tinggal untuk sementara waktu di perkampungan ini. Perkenalkan nama ku putri tandampali”(sambil mengulurkan tanganya)
Pangera:” terima kasih putri, namaku
pengeran bone dari kerajaan seberang”(sambil
menjabat tangan sang putri)
Putri tandampali:” ooo.. iya silahkan
duduk”(sambil mununjuk kursi)
Pangeran:” iya terima kasi”
Putri tandampali: “saya permisi dulu
untuk mengambil sebuah minuman dan makanan pasti pangeran belum makan dari
tadik?”
Pangeran:(pengran tersenyum dan putri tadan pali mengambilkan makanan dan
minuman)
Putri tandampali:”
silahkan di makan makanannya mohon maaf makanannya hanya seperti ini?”
Pangeran:” terimakasi kalau begitu
saya makan dulu”
Putri tandampali: “silahkan”
(pengeran makan dengan
lahap karena ia sangat lapar sampai ia keselek dan putri tandampali memberikan air
minum)
Putri tandampali:” kalau makan pelan pelan ini air “(sambilmengulurkan air minum)
Pangeran: “ooo… terima kasi putri” (pengeran melanjutkan makan)
(Setelah makan)
Pangeran:” kamu sudah lama tinggal di
sini?”
Putri tandampali:” lumayan lama”
Pangeran: “sebenarnya pertama kali
aku bertemu tuan putri aku……”
(sebelum melanjutkan pembicaraan
pangeran tentang ingin bermaksud meminang sang putri menjadi permaisuri.
Tiba-tiba para pengawal pangeran bone berdatangan di per kampungan)
Pengawal bone:” tuan pangeran, kami
sudah lama mencari tuan, apakah tuan baik-baik saja?”
Pangeran:” aku baik-baik saja. Untun
saja aku menemukan perkampungan ini saandenya tidak aku mungkin telah kelaparan
di hutan”
Pengawal bone:” baiklah pangeran,
anda sudah dipanggil paduka raja untuk segera kembali ke kerajaan sekarang juga”
Pangeran:” baiklah pengawal, tetapi
sebelumnya ada yang ingin aku bicarakan kepada putri, jadi aku tolong pengawal
menunggu aku di luar”
(para pengawal keluar)
Putri tandampali:” hati-hati apabilah
paduka pangeran pulang, pasti banyak marabahaya yang menghalangi perjalanan
paduka pangeran”
Pangeran:” baik putri
aku akan pulang. Kau juga harus menjaga dirimu”.
Putri tandampali:” baik pangeran, aku
akan selalu menjaga diri ku”
Akhirnya
pangeran bone pun pulang dengan waja yang murung.
BABAK 15
Beberapa hari
kemudian di kerajaan bone
(raja
dan ratu bone langsun duduk di dekat pangeran)
Raja bone:” wahai
anakku, mengapa engkau kelihatan galau?”
Pangeran:” ampun ayahanda, ananda sedang
memikirkan seorang putri yang cantik jelita berasal dari wajo.”
Isteri raja bone: “begitu rupanya
anak ku!”
Raja bone: “tetapi anak ku engkau
harus ingat, bahwa engkau telah ditunangankan dengan putri yang berasal dari
kerajaan luwu”
Pangeran:” baiklah ayahanda, ananda
akan selalu ingat akan hal itu”
Di balik itu semua,pengeran tidak tahu
bahwa sebenarnya putri wajo adalah putri tadanpali yang di asingkan ayahandanya
karena penyakit kulitnya.
BABAK 16
Satu minggu
telah berlalu pangeran masi terus galau
Pangeran:” ibunda aku sangat mencintai putri dari wajo”
Isteri raja bone:” oke nak ibunda
juga sedi melihat kamu seperti ini sebaiknya engkau pergi menemui putri wajo
itu dan menyatakan perasaan mu!”
BABAK 17
Pangeran pun
pergi untuk menemui putri tadanpali. Dan ia di sambut dengan gembira oleh putri
tadanpali
Pangeran:” permisi,permisi…..”
Putri tandampali: (lari dari dalam dan membuka pintu dan
langsung memeluk pangeran dan melepaskan
pelukanyadan mengatakan) “mohon maaf pangeran yang ku lakukan tadi”
Pangeran:” ooo… iya tidak apa-apa “
Putri tandampali: “silah kan masuk
pangeran dan silahkan duduk”
Pangeran:” aku kesini igin bermaksud!”
Putri tandampali:” bermaksud apa?”
Pangeran:” wahai putri wajo yang
cantik jelita, maukah engkau menjadi pendampingku?”(sambil memegang tangan putri tadanpali)
Putri tandampali:” aku
mau menerimamu sebagai suamiku, tetapi aku harus meminta izin kepada ayahku dan
ibundaku terlebih dahulu sebelum aku menerimamu”
Pangeran:” baiklah putri, aku akan
menunggu izin dari ayahmu dan ibundamu”
Putri tandampali:” ini
sebuah keris sebagai tanda bahwa aku akan memberikan jawaban persoalan yang
tadi”
BABAK 18
Di kerajaan
luwu
Putri tandampali:” ayahanda dan ibunda aku pulang”(sambil
memeluk ayah dan ibunya)
Raja luwu:”oh anakku, penyakitmu
telah sembuh sekarang. Engkau pun menjadi semakin cantik”
Putri tandampali:” ya
ayahanda, ini berkat kerbau bule yang telah menjilati penyakit di kulitku
sehingga aku dapat kembali seperti sediahkala.”
Beberapa
waktu kemudian, datanglah rombongan dari kerajaan bone.
Raja bone:” permisi …”
Raja luwu:” eee…. Baginda raja
silahkan masuk “ (sambil berdiri)
(dan tuan putri menengok kebelakang dan ia kaget melihat pangeran)
Pangeran:”ee.. putri tandampali sedang
apa engkau di sini”
Isteri raja luwu:” ini lah putri ku
nak”
Pangeran:”ibunda ini lah putri wajo
yang aku ceritan ke pada bunda”
Isteri raja bone:”berarti kalian
sudah salin kenal”
Putri tandampali:” iya bunda”
Akhirnya
mereka melangsungkan pernikahan dan putri tadanpali diboyang ke kerajaanbone.
Mereka hidup bahagia di tengah-tengah rakyat yang mencintainya.
Amanat
Cerita
putri tandampali memiliki amanat mengenai pentingnya kesabaran dan keikhlasan
dalam berkorban. Sikap putri tandanpali yang tabah menghadapi musibah dan
pengorbanannya yang besar membuat putri tandampali semakin dihargai dan dihormati semua
orang. Keteguhan hati putri tandanpali
dalam melaksanakan perintah orang tua merupakan tindakan berbakti yang terpuji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar