Jumat, 10 Februari 2017

DRAMA PUTRI TANDAMPALIK



Tema:
KERAJAAN
Judul:
PUTRI TANDAMPALIK
Tokoh-tokoh
Ø  Putri tandampali
Ø  pangeran
Ø  Raja bone dan Raja luwu
Ø  Isteri raja bone dan Isteri raja luwu
Ø  Orang kepercayaan kerajaan bone
Ø  Pengawal bone dan luwu
Ø  Tabit kerajaan
Ø  Pelayan lerajaan

            Dahulu terdapat sebuah negeri yang bernama negeri LUWU, yang terletak di pulau Sulawesi. Rajanya bernama LA BUSATAHA DATU MAONGGE, sering dipanggil Raja Luwu atau Datu Luwu karena ia adil, arif, dan bijaksana, maka rakyatnya hidup makmur. Dan iya memiliki putri yang sangat cantik bernama PUTRI TANDAMPALI. Kecantika dan perilakunya telah diketahui orang banyak. Termaksuk di antarnya raja bone yang tinggalnya sangat jauh dari kerajaan Luwu.
BABAK 1
Raja bone:” pengawal……….. kemarilah”                                                                                          
Pengawal bone: “iya, ya mulia (sambil jongkok dan menundukan kepala) ada apa memanggil hamba ya mulia”
Raja bone: “ saya dengar dari panglima ANRE PGURU PAKANRANYENG, ada sesosok wanita yang sangat cantik ia adalah putri dari kerajaan luwu. Apakah itu benar?”
Pengawal bone:” iya, ya mulia itu benar”
Raja bone:” kalau begitu kamu panggilkan sese orang yang kami percayakan untuk menjadi utusan saya”
Pengawal bone:” iya, ya mulia saya akan pergi untuk memanggil orang kepercayaan kerajaan”
(pengawal  bone keluar  dan tidak lama kemudian dia datang dengan orang kepercayaan kerajaan)
Pengawal bone: “ampun ya mulia ini lah orang ke rajaan yang kami percayakan untuk menjadi utusan ya mulia” (sambil jongkok dan menundukan kepala)
Raja bone: “saya perintahkan kamu untuk pergi di kerajaan luwu untuk melakukan pinangan terhadap putri tandampalik” (sambil menunjuk orang kepercayaan kerajaaan)
Utusan raja:” baiklah ya mulia, hamba akan pergi ke kerajaan luwu dengan beberapa pengawal untuk meminang putri tadanpali”
BABAK 2
            Pengawal dari bone dengan orang utusan raja pergi ke kerajaan luwe untuk menyampaikan pesan dari raja bone. Serta iya bertemu dua pengawal luwe yang menjaga pintu gerbang kerajaan luwe.
Pengawal luwu:” siapa kalian mau apa kalian kesini atau kalian ini penyusup?”(sambil menunjuk pengawal dari bone)
Pengawal bone:” kami bukan penyusup. kami hanya ingin berjumpa dengan tuwan anda untuk menyampaikan amana dari kerajaan bone."
Pegawal luwu:” kalau begitu kalian tunggu dulu di sini!”
(pengawal  yang satu pergi member taukan raja luwu dan yang satu tetap menjaga pintu gerbang kerajaan luwu)
Pengawal luwu: “ampun ya mulia, ada yang ingin ber temu dengan anda” ( sambil jongkok dan menundukan kepala)
Raja luwu:” siapa dia dan apa tujuan iya kesini?”
Pengawal luwu: “dia adalah pengawal dan orang utusan dari kerajaan bone ia bermaksud untuk menyampaikan pesan dari raja bone”
Raja luwu:” kalau begitu surulah ia untuk masuk ke kerajaan dan temui saya”
Pengawal luwu:” baik ya mulia”
(pengawal  luwu pergi menemui kembali pengawal bone dan mengantarnya masuk ke istana)
Pengawal luwu:” raja kami mengijinkan kalian untuk masuk ke istana dan menyampaikan pesan dari raja bone. Silahkan masuk saya antar samapai di depan raja kami.”
Pengawal bone:” baiklah!”
(sampai di depan raja luwu dan orang orang dari kerajan bone berdiri di belakang pengawal luwu)
Pengawal luwu:” ampun ya mulia ini lah orang-orang utusan dari kerajaan bone”
(kemudian pengawal luwu berdiri di dekat orang-orang utusan kerajaan bone)
Utusan raja bone:” ampun ya mulia” (sambil jongkok dan menundukan kepala)
raja luwu:” iya ada apa”(sambil memegang pundak utusan raja bone untuk menyuru iya berdiri)
utusan raja bone:” begini ya mulia saya ingin menyampaikan amana dari raja kami untuk meminang putrid anda”
raja luwu:” berilah aku waktu untuk mempertimbangkan sebuah keputasan seperti ini”
utusan raja luwu:” baik ya mulia kalau begitu kami mohon maaf untuk pamit dulu ya mulia”
raja luwu:” baik lah. Pengawal tolong kamu antar mereka sampai di pintu gerbang kerajaan”
pengawal luwu: “baiklah ya mulia”
BABAK 3
                          Malam hari dan Raja luwu mulai gelisa
Isteri raja luwu:” kenapa daeng tampak gelisa”
Raja luwu: “tadi utusan dari raja bone datang untuk meminang putri kita”
Isteri raja luwu:” daeng, terima pinangan dari kerajaan bone”
Raja luwu:” saya belum menjawap apa-apa, Itulah saya mulai gelisa. Dinda kantau bahwa seorang putri dari luwu tidak di benarkan menika dengan lelaki di luar sukunya”
Isteri raja luwu: “tapi dinda kawarti apa bila daeng tidak terima pinangnya kerajaan dari kerajaan bone akan terjadi perang antara kerajaan bone dengan kerajaan luwu dan rakyat kita yang akan jadi korban”
(tibaba putrid tadanpali datang menemui raja dan permain suri)
Putri tandampali: “ampun ayahanda dan ibunda,kenapa ayahanda dan ibunda tanpak gelisa?”
Isteri raja luwu: “tidak nak ayahanda hanya tidak enak badan jadi bunda gelisa”
Putrid tandampali: “apakah itu benar ayahanda. Ayahanda lagi tidak enak badan?”
Raja luwu:”iya anakku benar yang ibunda mu katakana ayahanda lagi tidak enak badan”
Putri tandampali:” kalau begitu saya akan panggilkan tabib kerajaan istana untuk mengobati ayahanda agar ibunda tidak kawatir”
Isteri raja luwu: “tidak usa nak ibunda telah menyuru pengawal untuk memanggil tabib istana”
Putri tandampali:” kalau begitu ayahanda dan ibunda  Saya akan pergi istirahat dulu, saya sangat lelah ayahanda dan ibunda”
Isteri raja luwu: “iya anakku”
(putri  tandampalik pergi kekamar tidurnya kemudian raja dan permain suri tampak berpikir kembali)
BABAK 4
           Ke esokan harinya kemudian raja dan permain suri bone datang keke rajaan luwu tampa di iringi pengawal kerajaan bone dan ia tanpak sangat sopan
Pelayan istana luwu: “silahkan masuk ya mulia”
“Dan silahkan duduk. Tunggu sebentar saya akan memangil ya mulia”
Isteri raja bone:” iya, silahkan”
(sesampai  raja dan permain suri luwu langsung berjabak tangan dengan raja dan permain suri bone)
Raja luwu: "sudah lama raja dan permain suri datang”
Raja bone: “tidak baru saja”
Isteri raja luwu:” kalau begitu saya permisi untuk mengambil minuman dulu”
Isteri raja bone:” saya bantu”
Isteri raja luwu:” tidak usa kan tamu harus mendapat kan pelayan terbaik sebagai penghargai yang kami berikan”
Isteri raja bone:” baiklah”
Raja bone: “saya beserta permain suri sangat bangga dengan anda dapat mengurus kerajan ini yang sangat besar ini menjadi kerajaan yang makmur”
Raja luwu:” ini tidak seberapa di banding kerajaan anda”
(permain suri kerajaan luwu beserta pelayan istana datang membawa makanan dan minuman)
Isteri raja luwu:” silah kan di makan dan di minum sajian sederhana kami”
Isteri raja bone:” ini sangat mewah bagi kami”
Raja bone: “saya di sini tidak bermaksud untuk membicarakan soal lamaran kemarin saya di sini beserta permain suri hanya ingin menjalin silaturahmi”
(permain suri dan raja hanya senyum manis)
Raja bone:”baik lah kami pamit dulu tidak enak kalau istana di kerajaan bone di tinggal lama-lama”
Raja luwu:” kalau begitu saya antar sampai di luar”
BABAK 5
            Suatu hari terjadi ke gaduhan di negeri luwu. Pitri tandampali jatu sakit. sakit sang putri sangat aneh tidak ada satu pun yang dapat mengobatinya
Tabib kerajaan:” ampun ya mulia, hamba tidak dapat menyembuhkan tuan putri”
Raja luwu:” apakah semua cara telah di coba?”
Tabib kerajaan: “ampun baginda, hamba telah mencoba berbagai macam cara, tetapi hamba tidak dapat jugamenyembukan tuan putri”
Isteri raja luwu:” kalau begini kita harus bagaimana daeng” (memeluk raja sambil menagis)
Raja luwu:” pasti kita akan menemukan jalan keluarnya dinda”
  BABAK 6
             di istana

tabib istana:” ampun ya mulia tuan putri sekarang penyakitnya sangat para karena ia menderita penyakit menular”
penesahat istan: “ampun ya mulia apa bila tuan putri tidak di asingkan sewua rakyat luwu akan tertular”
raja luwu:” baiklah kalau begi tu saya akan mengasingkan putri tandampali”
isteri raja luwu:” apakah tidak ada cara lain?”
Raja luwu:” tidak ada permainsuri dari pada rakyat kita menderita?”
Raja luwu:” ayah dan ibuda bukan maksud untuk mengusir mu tapi ini demi rakyat luwu”
Putri tandampali:” iya ayahanda dan ibunda akurela meninggalkan istana dan pergi jau untuk mengasinkan diri demi rakyat luwu agar tidak menderita”
Raja luwu:” pengawal….”
Pengawal kerajaan:” ampunya mulia ya mulia bermaksud memangil saya dengan tujuan apa ya mulia”
Raja luwu:" tolong kamu siapkan sebuah perahu dan pengawal kerajaan dan pesuru kerajaan serta penasehat kerajaan untuk menemani putri berlayar
Pengawal kerajaan: “baik ya mulia”
BABAK 7
                                    Sampai lah di pingir laut rombongan dari kerajaan mengantar sanputri sampai di pingir laut
Raja luwu: “ini lah sebuah keris sebagai tanda bahwa ibunda dan ayahanda tidak perna melupakan mu”
Isteri raja luwu:” kamu jaga diri baik-baik anak ku”
Putri tandampali:” iya ibunda, kalau begitu aku berangkat dulu”
BABAK 8    
           hari demi hari keadaan putri tadan pali makin kurus. Pada suatu hari, mereka tiba di sebuah daerah yang landai.
Putri tandampali: “penasehat, nampaknya aku melihat daratan, dapatka kita beristirat disana sebentar?”(sambil menunjuk suatu pulau)
Penasehat:” baik tuan putri. Pengawal cepat kalian labukan rakit ini ke sana, kita akan beristirahat sebentar di sana”(sambil menunjuk pulau yang di tunjukan tuan putri)
Pengawal kerajaan luwu:” baiklah”
BABAK 9  
                               Kemudian rakit segera dilabukan di pulau yang di tunjukan tuan putri dan mereka beristirahat di tempat itu. Pengawal kerajaan dan penyuru kerajaan berjalan-jalan untuk mencari makanan dan ia menemukan buah waajao dan ia mulai membuat tenda sampai sebuah gubuk dan ia pun bercocok tanam.
Pengawal kerajaan:” ampun putri saya menemukan buah wajao  yang sangat banya di sana pada (sambil menunjuk suatu tempat) saat saya tadi beserta penyuru kerajaan pergi mencari makanan”
Putri tandampali: “kalau begitu pulau ini saya namakan pulau wajo”
Penasahat kerajaan:” nampaknya pulau ini sangat bagus, bagai mana putri kalau kita tinggal di pulau ini. karena pulau ini terdapat sebuah kehidupan dan sepertinya tanahnya subur untuk kita bercocok tanam di sini”
Putri tandampali:” kalau menurut penasehat pulau ini bagus baiklah kita akan tinggal di sini”
Penasehat kerajaan:” pengawal dan penyu kerajaan kamu buatlah tenda untuk kita bermalam di pulau ini dan esok hari kalian buatlah sebuah gubuk untuk tempat tinggal kita hari kedepanya sampai putiri tadan pali sembuh”
BABAK 10
           Pada suatu hari di saat putri tadanpali duduk sendiri ditepi danau.
Putri tandampali: “mengapa penyakit ini belum sembuh juga,apakah ini kutukan dari dewa”(sambil membayangkan dengan waja termenung)
           Tiba –tiba datang seekor kerbau bule. Putri tadanpali menyangka kerbau itu akan memakan tanaman sayur yang tak jau dari tempatnya. Tetapi kerbau itu malah mendekati putri tandampalik dan binatang tersebut menjilati permukaan kulitnya yang membusuk. Setelah kerbau tersebut selesai menjilati kulit putri tadanpali.
Putri tandampali:” apa yang terjadi dengan kulitku? Mengapa kilitku tampak mongering? Apa sebenarnya yang dilakukan kerbau itu”
           Setiap hari kerbau itu datang untuk menjilati kulit putri tadanpali sampai ia sembuh.
           (semua pengikut putri tandampali berkumpul)
Putri tandampali: “sebagai ungkapan rasa terimakasi kepada kerbau bule dan kepada dewa. Wahai pengikut ku aku minta janganlah kalian menyembeli atau memakan kerbau bule.”
BABAK 11
           Putri tandampali bermimpi
(pemuda di mimpi outri tadan pali adalah pangerakerajaan bome)
Pemuda di mimpi:” siapakah namamu dan mengapa putri secantik dirimu bisa berada di tempat ini?”
Putri tandnmpali: “saya berasal dari kerajaan luwu saya disini di asingkan terlebih dahulu karena saya perna menderita penyakit menular tetapi saya di sembuhkan oleh sebuah kerbau bule”
Pemuda di mimpi: “maukah engkoh menjadi isteriku?”
           Sebulum ia menjawab putri tandampali bangun dari tidurnya
BABAK 12
           Di kerajaan bone
Pengeran:” pengawal hari ini adalah pesta pemburuan jadi saya akan memipin pemburuan hari ini”
Pengawal:” baiklah pengeran”(sambil berteriat tegas)
Pangeran: “marikita pergi ke hutan”
BABAK 13
           Sesampai di hutan para pengawal mulai memburu dan pangeran tersesak
Pangeran:” bagaimana ini aku makin tersesak  dan hari sudah mulai gelap mana suara binatan buas mulai bunyi. Tetapi di sana ada cahaya mungkin di sana ada perkampungan”
BABAK14
  Di sampai di perkampungan
Pangeran: “sepertinya rumah ini tidak terperhuni”
(putri tadampali langsun datang dari pintu belakang)
Pangeran:” canti sekali kamu. Apakah aku lagi bermimpi”
Putri tandampali:” apakah aku sedang bermimpi”
Pangeran:” engko tidak bermimipi putri”
Putri tandampali:” apabila aku tidak bermimpi, siapa kamu? Mengapa kamu kesini?”
Pangeran: “wahai putri aku tersesak di hutan seberan sana di saya sedang berburu dan saya melihat perkampungan jadi saya kesini. Apakah saya bisa tinggal di sini?”
Putri tandampali:” baiklah kamu bisa tinggal untuk sementara waktu di perkampungan ini. Perkenalkan nama ku putri tandampali”(sambil mengulurkan tanganya)
Pangera:” terima kasih putri, namaku pengeran bone dari kerajaan seberang”(sambil menjabat tangan sang putri)
Putri tandampali:” ooo.. iya silahkan duduk”(sambil mununjuk kursi)
Pangeran:” iya terima kasi”
Putri tandampali: “saya permisi dulu untuk mengambil sebuah minuman dan makanan pasti pangeran belum makan dari tadik?”
Pangeran:(pengran tersenyum dan putri tadan pali mengambilkan makanan dan minuman)
Putri tandampali:” silahkan di makan makanannya mohon maaf makanannya hanya seperti ini?”
Pangeran:” terimakasi kalau begitu saya makan dulu”
Putri tandampali: “silahkan”
(pengeran makan dengan lahap karena ia sangat lapar sampai ia keselek dan putri tandampali memberikan air minum)
Putri tandampali:” kalau makan pelan pelan ini air “(sambilmengulurkan air minum)
Pangeran: “ooo… terima kasi putri” (pengeran melanjutkan makan)
(Setelah makan)
Pangeran:” kamu sudah lama tinggal di sini?”
Putri tandampali:” lumayan lama”
Pangeran: “sebenarnya pertama kali aku bertemu tuan putri aku……”
(sebelum melanjutkan pembicaraan  pangeran tentang ingin bermaksud meminang sang putri menjadi permaisuri. Tiba-tiba para pengawal pangeran bone berdatangan di per kampungan)
Pengawal bone:” tuan pangeran, kami sudah lama mencari tuan, apakah tuan baik-baik saja?”
Pangeran:” aku baik-baik saja. Untun saja aku menemukan perkampungan ini saandenya tidak aku mungkin telah kelaparan di hutan”
Pengawal bone:” baiklah pangeran, anda sudah dipanggil paduka raja untuk segera kembali ke kerajaan sekarang juga”
Pangeran:” baiklah pengawal, tetapi sebelumnya ada yang ingin aku bicarakan kepada putri, jadi aku tolong pengawal menunggu aku di luar”
(para pengawal keluar)
Putri tandampali:” hati-hati apabilah paduka pangeran pulang, pasti banyak marabahaya yang menghalangi perjalanan paduka pangeran”
Pangeran:” baik  putri  aku akan pulang. Kau juga harus menjaga dirimu”.
Putri tandampali:” baik pangeran, aku akan selalu menjaga diri ku”
           Akhirnya pangeran bone pun pulang dengan waja yang murung.
BABAK 15
           Beberapa hari kemudian di kerajaan bone
            (raja dan ratu bone langsun duduk di dekat pangeran)
Raja bone:” wahai anakku, mengapa engkau kelihatan galau?”
Pangeran:” ampun ayahanda, ananda sedang memikirkan seorang putri yang cantik jelita berasal dari wajo.”
Isteri raja bone: “begitu rupanya anak ku!”
Raja bone: “tetapi anak ku engkau harus ingat, bahwa engkau telah ditunangankan dengan putri yang berasal dari kerajaan luwu”
Pangeran:” baiklah ayahanda, ananda akan selalu ingat akan hal itu”
           Di balik itu semua,pengeran tidak tahu bahwa sebenarnya putri wajo adalah putri tadanpali yang di asingkan ayahandanya karena penyakit kulitnya.
BABAK 16
           Satu minggu telah berlalu pangeran masi terus galau
Pangeran:” ibunda aku sangat mencintai putri dari wajo”
Isteri raja bone:” oke nak ibunda juga sedi melihat kamu seperti ini sebaiknya engkau pergi menemui putri wajo itu dan menyatakan perasaan mu!”
BABAK 17
           Pangeran pun pergi untuk menemui putri tadanpali. Dan ia di sambut dengan gembira oleh putri tadanpali
Pangeran:” permisi,permisi…..”
Putri tandampali: (lari dari dalam dan membuka pintu dan langsung memeluk  pangeran dan melepaskan pelukanyadan mengatakan) “mohon maaf pangeran yang ku lakukan tadi”
Pangeran:” ooo… iya tidak apa-apa “
Putri tandampali: “silah kan masuk pangeran dan silahkan duduk”
Pangeran:” aku kesini igin bermaksud!”
Putri tandampali:” bermaksud apa?”
Pangeran:” wahai putri wajo yang cantik jelita, maukah engkau menjadi pendampingku?”(sambil memegang tangan putri tadanpali)
Putri tandampali:” aku mau menerimamu sebagai suamiku, tetapi aku harus meminta izin kepada ayahku dan ibundaku terlebih dahulu sebelum aku menerimamu”
Pangeran:” baiklah putri, aku akan menunggu izin dari ayahmu dan ibundamu”
Putri tandampali:” ini sebuah keris sebagai tanda bahwa aku akan memberikan jawaban persoalan yang tadi”
BABAK 18
           Di kerajaan luwu
Putri tandampali:” ayahanda dan ibunda aku pulang”(sambil memeluk ayah dan ibunya)
Raja luwu:”oh anakku, penyakitmu telah sembuh sekarang. Engkau pun menjadi semakin cantik”
Putri tandampali:” ya ayahanda, ini berkat kerbau bule yang telah menjilati penyakit di kulitku sehingga aku dapat kembali seperti sediahkala.”
           Beberapa waktu kemudian, datanglah rombongan dari kerajaan bone.
Raja bone:” permisi …”
Raja luwu:” eee…. Baginda raja silahkan masuk “ (sambil berdiri)
(dan tuan putri menengok kebelakang dan ia kaget melihat pangeran)
Pangeran:”ee.. putri tandampali sedang apa engkau di sini”
Isteri raja luwu:” ini lah putri ku nak”
Pangeran:”ibunda ini lah putri wajo yang aku ceritan ke pada bunda”
Isteri raja bone:”berarti kalian sudah salin kenal”
Putri tandampali:” iya bunda”
           Akhirnya mereka melangsungkan pernikahan dan putri tadanpali diboyang ke kerajaanbone. Mereka hidup bahagia di tengah-tengah rakyat yang mencintainya.
Amanat
           Cerita putri tandampali memiliki amanat mengenai pentingnya kesabaran dan keikhlasan dalam berkorban. Sikap putri tandanpali yang tabah menghadapi musibah dan pengorbanannya yang besar membuat putri tandampali  semakin dihargai dan dihormati semua orang.  Keteguhan hati putri tandanpali dalam melaksanakan perintah orang tua merupakan tindakan berbakti yang terpuji.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar